Jumat, 09 Januari 2009

NanoTech2030

Assalamualaikum Wr. Wb

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya.

Teknologi Informasi sepertinya kata-kata ini dekat sekali dengan kita ya..Secara kita anak TI Undip,hehehe..

Kira-kira pernah sekilas terbayang di benak kalian atau tidak..(duile,puitis bener..) nanti di tahun 2030 teknologi informasi udah jadi seperti apa. Mungkin sedikit tergambar jika kita lihat iklan deodoran for men yang baru itu lho, kita punya “asisten” pribadi yang mengingatkan jam meeting setiap saat. Atau mungkin kendaraannya yang dipakai terbang dan cuma muat buat satu orang yang bisa mendarat mulus di atap gedung.

teknologi coy….

Gak ada yang impossible di muka bumi ini,,

Balik lagi ke topik awal,gimana ya kira-kira nantinya teknologi informasi di tahun 2030?

Ni ngutip dikit ni…dari Freelist.

Kegiatan riset iptek itu memang bukan sesuatu yang cepat menghasilkan.Diperlukan waktu 15 hingga 25 tahun berinvestasi secara berkelanjutansebelum teknologi yang dikembangkan dapat memberikan manfaat bagiindustri dan masyarakat. Namun, hasilnya akan meningkatkan produkdomestik bruto (PDB) hingga berlipat kali. Negara-negara industri barutelah membuktikannya.

Mengamati perkembangan yang terjadi di dunia, menurut SekretarisMenteri Riset dan Teknologi (Menristek) Ashwin Sasongko, Indonesiaperlu menetapkan visi iptek untuk kurun waktu 20 tahun ke depan agar tidak semakin tertinggal dengan bangsa lain. Saat ini saja beberapaindikator telah menunjukkan ketertinggalan Indonesia di berbagai sektor.

Tengoklah Indeks Pencapaian Teknologi yang dikeluarkan UNDP tahun 2001 menempatkan Indonesia di urutan ke-61 dari 64 negara. Indonesia beradadi urutan terbawah negara yang masuk kategori dynamic adopter, hanya terpaut satu tingkat di atas kelompok negara yang termarjinalkan dalam pencapaian teknologi.

Kasihan..

Mungkin sekarang lagi banyak dikembangkan yaitu teknologi nano atau lebih dikenal dengan nama nanotech.

Saya kebetulan pada 13 Desember kemarin mengikuti seminar yang diadakan oleh teman-teman dari jurusan teknik kimia UNDIP yang bertemakan nano teknologi. Teknologi ini menggunakan partikel yang berukuran kurang dari 100 nanometer. Kecil banggggettt….

Peran teknologi nano dalam pengembangan teknologi informasi (IT, information technology), sudah tidak diragukan lagi. Bertambahnya kecepatan komputer dari waktu ke waktu, meningkatnya kapasitas hardisk dan memori, semakin kecil dan bertambahnya fungsi telepon genggam, adalah contoh-contoh kongkrit produk teknologi nano di bidang IT.

Ini udah mulai dikembangkan ni,mulai untuk pembuatan memory chip sampai untuk kesehatan!

Sekarang aja ni, liat deh ukuran memory handphone kita, Kecil baget tapi udah sampai muat sampai ukuran giga byte.

Ini baru 2009, Gimana kalau 2030? Mungkin udah bisa nyimpen sampai tera byte, atau apalah istilahnya yang lebih besar dari apa yang kita bayangkan sekarang.

Nanoteknologi di bidang kedokteran dan farmasi dapat mengatasi masalah asupan obat dengan dosis berlebihan dan tidak tepat sasaran. Obat bisa dibuat dalam ukuran nanogram dan diantar langsung ke bagian tubuh yang sakit dengan berbagai cara, misalnya menggunakan cangkang polimer atau dipandu khusus dengan magnet.

Melihat potensi itu, nanoteknologi juga mulai diterapkan dalam terapi kanker, yaitu untuk mengatasi meningkatnya resistensi sel-sel kanker terhadap pengobatan standar-terapi radiasi dan kemoterapi.Wow…amazing..

Bisa jadi nanti 2030 kanker bukan lagi suatu penyakit yang sulit diobati ya…

Menurut Dr. Ratno Nuryadi, P3TM BPPT, Postdoctoral fellow bidang Nanotechnology Semiconductor di Shizuoka University Japan, dan Ketua ISTECS Chapter Japan, Tiap negara mempunyai model dan arah tersendiri dalam pengembangan bisnis teknologi nano. Jepang sendiri setidaknya mempunyai 3 model yang akan dikembangkan. Pertama, model general trading company, yaitu model kombinasi antara hasil riset dasar dengan komponen teknik produksi. Dengan metode ini, penelitian teknologi nano diharapkan tidak hanya berhenti sebagai hasil riset saja, tetapi juga bisa menghasilkan produk, yang akhirnya bermuara pada bisnis.

Model kedua adalah venture di dalam industri. Dalam dunia industri, penelitian dan pengembangan teknologi mutakhir di Jepang biasanya dilakukan oleh industri-industri besar. Karena itu, mereka mempunyai banyak knowhow tentang teknologi tersebut, terutama untuk penelitian-penelitian dasar. Tetapi, untuk menyambungkan teknologi nano dengan industrilalisasi, tidak cukup dengan kondisi penelitian selama ini. Kecepatan dan manuver khusus diperlukan untuk pengembangan teknologi nano ini. Untuk itu, para industri cenderung memisahkan teknologi nano dari bidang garapan lainnya, dan kemudian mendirikan venture di dalam industri untuk mengakselerasi pengembangan teknologi nano tersebut. Sebagai contoh adalah apa yang dilakukan perusahaan Hitachi dengan mendirikan Mu-solution venture company atau perusahaan Mitsui dengan Carbon Nanotec Research Institute.

Model ketiga adalah pemikiran memasukkan teknologi nano ke dalam restrukturisasi bisnis industri. Akhir-akhir ini, satu kunci penting dalam manajemen industri adalah pemilihan garapan dan konsentrasi. Industri, cenderung untuk memilih bidang garapan tertentu dan berkonsentrasi/fokus di sana agar menjadi yang terbaik di bidang garapannya. Tetapi, pemilihan garapan dan konsentrasi ini belum lah cukup jika tidak diikuti dengan inovasi perluasan bisnis baru. Dalam hal ini, teknologi nano muncul ke permukaan dan semakin bertambah dari waktu ke waktu.

Nah, yang jadi persoalan sekarang adalah….

Bagaimana pengembangannya di Indonesia kita tercinta ini ?

Mari kita berjuang demi kejayaan nusantara Indonesia kita.

Hidup Pemuda Indonesia!!!

Sebelum kita mengakhiri perjumpaan kita pada hari ini marilah kita bersama-sama memanjatkan review dan beri rating pada artikel ini. Terima kasih

Wassalamualaikum Wr.Wb